Tips Jualan Onlline, (Market Place/atau??)

Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi millenial sekarang sudah banyak melek digital. Jadi jangan heran Jutaan Generasi Millenial saat ini banyak sekali yang memimilki usaha / onlineshop walau hanya sekedar untuk mencari penghasilan tambahan.
Nah kali ini aku mau sharing untuk para seller yang masih baru banget merintis pasti suka mengalami dilema antara ingin berjualan di marketplace seperti Tokopedia/Bukalapak atau membuat website toko online sendiri (web e-commerce), atau mungkin hanya menggunakan channel sosial media seperti Fanpage dan Instagram. Sebelum menentukan pilihan, tidak ada salahnya kamu membaca tips berikut yang akan aku bagikan berdasarkan pengalaman pribadi, dan seller lainnya bagaimana perbandingan antara marketplace, website sendiri, dan juga sosial media.

Namun tips ini hanyalah opini aku pribadi yang belum tentu mutlak 100% benar dan mungkin juga tidak berlaku untuk semua seller bahkan jutaan orang, hehehe... Namun jika disuruh memilih maka aku akan prioritaskan :
  • Marketplace (Tokopedia dan Bukalapak)
  • Website Toko online sendiri
  • Sosial Media
Kenapa sosial media menjadi urutan yang terakhir ? Jujur aja yah, menurut aku algoritma sosial media sekarang ini sudah tidak lagi friendly user banget untuk kepentingan bisnis, karena hampir semua platform sosmed akan memfilter postingan kita sehingga tidak semua followers/audience melihat apa yang kita posting disosial media. Ibaratnya Anda sudah capek-capek mengumpulkan audience namun sosial media seperti Facebook malah membatasi organic reach postingan kita.

Hampir semua sosmed memberlakukan algoritma ini termasuk Facebook, Instagram, YouTube, dll, alhasil untuk menjangkau lebih banyak audience kita harus beriklan menggunakan platform ADS yang mereka sediakan termasuk untuk menjangkau orang yang sudah memfollow kita, jadi menurut aku sosial media bukanlah opsi yang menjanjikan kedepannya.

Marketplace vs Website E-commerce

Mana yang lebih baik, berjualan di marketplace atau website toko online sendiri ? Berdasarkan pengalaman saya, hampir semua teman-teman seller dan supplier saya beralih ke marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak karena pembeli sudah berkumpul disana dan jauh lebih mudah berjualan karena sistemnya yang aman dan rapi.
Namun bukan berarti membuat website sendiri adalah pilihan yang buruk, beberapa seller termasuk saya dulu menggunakan website sendiri karena tidak ingin sepenuhnya bergantung pada pihak ketiga (marketplace), dengan memiliki website sendiri kita memiliki kebebasan tanpa batas dan yang paling penting bisa menentukan aturan jual-beli sendiri semau kita.

Berikut ini adalah perbandingan kelebihan dan kekurangan marketplace dan website sendiri sehingga kamu bisa mempertimbangkan pilihan dengan lebih baik:

MARKETPLACE

Kelebihan:
  • Jauh lebih murah bahkan gratis, tidak perlu biaya domain/hosting, dan yang lebih penting tidak perlu repot urusan server, hosting, dan masalah-masalah IT lainnya.
  • Tidak perlu melakukan marketing yang muluk-muluk seperti SEO, iklan/ads, dsb karena buyer sudah terkumpul.
  • Tidak perlu mendevelop website/sistem karena semuanya sudah disediakan, jauh lebih simpel sehingga kita juga bisa lebih cepat jualan tanpa harus memikirkan metode pembayaran/sistem payment.
  • Lebih aman dan terpercaya karena adanya rekening bersama (escrow) dan juga sistem review dari pembeli.
  • Suka ada promo lebih seperti free ongkir, cashback, dll dari pihak marketplace sehingga seller tidak perlu lagi memberikan promo/bonus yang bisa menguras budget.
Kekurangan:
  • Harus mengikuti aturan/ketentuan yang ada, tidak sebebas memiliki website sendiri, selain itu jika suatu hari pihak marketplace mengubah sistem/aturan yang ada maka sellerpun tidak bisa melakukan apa-apa (pasrah saja).
  • Market jauh lebih kompetitif karena banting-bantingan harga yang ketat dan saingan rekam penjualan dengan seller lainnya, seller-seller yang baru masuk akan cukup kesulitan untuk menghasilkan penjualan karena tidak memiliki reputasi sama sekali.
  • Kapasitas upload produk (space) yang terbatas, kita tidak bisa memasukkan banyak produk sampai jumlah tertentu kecuali berlangganan fitur premium.
  • Fitur premium yang disediakan biasanya cenderung lebih mahal ketimbang membuat website sendiri (yang sederhana).

Website Toko Online sendiri (E-commerce)

Kelebihan :
  • Terlihat lebih profesional karena memiliki domain sendiri sehingga secara branding dan sosial media marketing bisa lebih mengena dimata konsumen.
  • Bebas melakukan apapun dengan website sendiri, Anda bisa menentukan sistem dan aturan sendiri tanpa dibatasi oleh siapapun.
  • Kapasitas yang lebih besar sehingga bisa mengupload produk sebanyak apapun (selama bersedia bayar biaya servernya juga).
  • Bisa lebih kreatif dalam berpromosi (seperti mengadakan event/bonus dan semacamnya), karena branding yang lebih kuat.
  • Secara jangka panjang memiliki website sendiri lebih aman karena marketplace bisa mengubah aturan/sistemnya sewaktu-waktu dan yang lebih buruk lagi marketplace bisa saja tiba-tiba bangkrut/tutup.
  • Bisa bersaing secara value karena tidak perlu banting-bantingan harga seperti di marketplace.
Kekurangan :
  • Jauh lebih mahal karena harus keluar biaya domain dan hosting setiap tahunnya.
  • Lebih ribet karena pastinya akan ada masalah seperti server yang crash, sistem payment/cart yang bermasalah, dan kita harus memarketingkan website baru dari nol sehingga mau tidak mau kita harus mempelajari teknik-teknik digital marketing seperti SEO, sosial media marketing, email/sms marketing, content marketing, iklan/ads, dll.
  • Harus repot-repot mendevelop dan maintain toko online, memastikan website tetap online dan update, selain itu mendevelop website jenis e-commerce tidaklah mudah, alternatifnya adalah kita bisa gunakan CMS jadi seperti WordPress (WooCommerce) atau Jagoan Store.
Nah... menurut saran aku jika kamu memungkinkan, manfaatkanlah keduanya yaitu menggunakan marketplace dan juga membuat website sendiri. Memang untuk seller yang baru banget membangun dan belum memiliki team pasti akan jauh lebih repot karena kita harus upload dibanyak tempat dan melakukan update/perubahan sewaktu-waktu, lalu jika masih ada waktu/modal maka alokasikan untuk sosial media seperti Facebook, Instagram, website/forum jual beli seperti OLX & FJB Kaskus, termasuk E-commerce B2C seperti Lazada, Shopee, Blibli, dll.

Tapi kalo aku disuruh memilih, maka aku akan memprioritaskan untuk membangun reputasi di marketplace lebih dulu seperti Tokopedia dan Bukalapak, setelah itu baru membuat Website sendiri, sisanya membangun audience di sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dll.

Itulah tips berjualan dari aku yang bisa menjadi pertimbangan buat kamu, namun pada akhirnya tetaplah keputusan ada ditangan kamu, jadi dimanakah kamu akan mulai berjualan ?
sukses untuk kita semua
Best Regadrs,

Komentar (0)

Posting Komentar